Program estrogen biasanya diresepkan untuk dikonsumsi terus-menerus (setiap hari selama sebulan), tetapi menghentikan ET sementara waktu mungkin berguna jika payudara menjadi sensitif dan sakit saat disentuh. Jika rahim masih utuh, progestin (progesteron) harus diberikan untuk mencegah penebalan selaput lendir rahim sehingga meningkatnya risiko kanker rahim dapat dihindari. Dalam program terapi hormon, progestin dapat diberikan setiap hari atau selama dua belas hari setiap bulannya. Pada program yang lama, para pasien dapat menghindari pendarahan yang mirip dengan menstruasi, tetapi pada program yang baru pendarahan sering terjadi saat progestin berhenti diberikan. Pil dan plester yang mengandung kombinasi estrogen dan progestin juga tersedia.

 
Bentuk estrogen yang paling sering digunakan setiap hari adalah 0,625 mg conjugated equine estrogen (Premarin), tetapi di pasaran juga tersedia estrogen lain dalam bentuk pil atau plaster. Studi terbaru menunjukkan bahwa estrogen dosis rendah juga memberikan perlindungan yang efektif terhadap keropos tulang.

Progestin tidak boleh digunakan jika rahim sudah diangkat. Progestin secara terpisah kurang efektif dibandingkan estrogen dan tidak boleh digunakan sebagai obat tunggal dalam memelihara kesehatan setelah menopause atau dalam pencegahan atau pengobatan osteoporosis. Progestin mempunyai lebih banyak efek samping dibandingkan estrogen. Selain itu, sekarang ada bukti yang menunjukkan bahwa progestin dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

 
Dalam studi-studi yang membandingkan program yang mengombinasikan estrogen dan progestin dengan program estrogen saja, risiko kanker payudara pada program kombinasi sangat tinggi. Entah ini disebabkan oleh progestin sendiri atau efek kombinasi kedua hormon tersebut belum dapat ditentukan dari data yang tersedia. Namun, saya tetap yakin bahwa pilihan pengobatan menggunakan hormon progestin dengan dosis sekecil mungkin dan dikombinasikan dengan estrogen sah-sah saja.

BACA ARTIKEL YANG LAIN: