Saat ini dengan kemajuan teknologi kedokteran mengenai sunat (circumcision) yang sudah sangat maju sebenarnya membuat sunat anak tidak akan membuat trauma fisik yang serius. Namun yang membuat jadi permasalahan adalah bayang-bayang takut sunat pada anak lebih banyak disebabkan oleh tekanan psikis dari orang di sekitarnya. Orang-orang di sekitarnya yang dimaksud yaitu saudara kandung dan teman sebaya yang menginformasikan hal-hal yang negatif kepada anak tentang sunat.

Terkadang ada dorongan positif dari orang-orang tersebut yang sudah disunat, yaitu si anak malah meminta diri untuk segera disunat. Sedangkan dorongan negatif, yaitu si anak malah jadi takut akan sunat. Supaya anak tidak merasa takut pada sunat perlu trik yang dapat dilakukan oleh orang tua,

Berikut ini adalah 4 Tips Cara Mengatasi Anak yang Takut di Sunat

1. Katakan pada anak, sunat tidak menimbulkan rasa sakit

Cara sederhana ini kadang dapat langsung diterima oleh anak. Tetapi, banyak pula si anak malah merasa sedang dibohongi. Kalau sudah demikian, jujur pada anak adalah cara yang terbaik. Sunat anak memang terasa sakit, tetapi hanya sebentar saja kok, rasa sakitnya seperti digigit semut saja.

2. Bagi umat muslim, katakan pada anak
sunat merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki supaya ibadah kita lebih sempurna”. Sedangkan bagi non-muslim “sunat dapat menjaga kesehatan tubuh dari infeksi virus, jamur dan bakteri patogen”. Anak-anak di usia 7-12 tahun sudah dapat menerima penjelasan demikian, walaupun bayang-bayang takut sunat masih ada di dalam benak mereka.

3. Beri iming-iming hadiah pada anak tersebut

Pada adat lokal, masyarakat menjanjikan pemberian hadiah serta upacara-upacara lain saat khitanan anak. Kemeriahan khitanan anak yang diwarnai suka cita, keceriaan dan bergembira ria akan selalu terkenang di dalam benak anak. Bayang-bayang takut sunat pada anak akan tenggelam oleh kemeriahan upacara khitanan anak. Penyelenggaraan sunat anak akan lebih mudah tercapai oleh orang tua.


4. Sebelum hari-H ‘khitanan anak’, anak diisolasi dari teman-teman dan saudara

lainnya selama satu hari. Anak dijauhkan dari pengaruh perkataan teman-teman dan saudara lainnya yang menakut-nakuti anak tersebut. Pada saat itu, si anak biasanya memiliki keinginan dan kemauan. Penuhi keinginan dan kemauan anak selama orang tua mampu dan masuk akal. Cara demikian meminimalkan sunat anak dari penolakan dan pemberontakan anak tersebut. 

BACA ARTIKEL YANG LAIN: